Blog

Kegunaan Komponen Kanstin pada Bidang Sipil

Kegunaan Komponen Kanstin pada Bidang Sipil

Kanstin disebut dengan Curb dan Kerb, merupakan sebuah pembatas yang paling umum banyak ditemukan pada trotoar dan beragam proyek jalan lainnya seperti beton, paving block dan aspal. Penerapan teknologi kanstin pada teknik sipil telah terbukti memberikan banyak manfaat pada manusia, khususnya pengguna jalan umum. Namun, dibalik semua itu terdapat metode pemasangan kanstin pada teknik sipil yang harus dilakukan sesuai prosedur.

Metode pemasangan kanstin ini dilakukan sesuai dengan jenis perkerasan jalan atau lokasi dimana kanstin tersebut dipasang. Pada proses pengerasan jalan, kanstin beton diletakkan pada bagian pinggir dan tengah jalan. Kanstin biasanya juga diterapkan sebagai stop car yang diletakkan di halaman parkir mobil atau area parkir basement. Lebih dari itu, kanstin juga mampu memperindah lajur jalan karena kesannya yang rapi. 

 

Metode Penerapan Teknologi Kanstin pada Aspal

Sebagaimana kita ketahui bahwa aspal merupakan salah satu material terpenting pada badan jalan untuk memudahkan roda kendaraan bergerak dan berhenti sebagaimana mestinya. Dari fakta tersebut, diketahui bahwa pemasangan teknologi kanstin pada aspal dirancang secara khusus, agar keselamatan pengendara dapat terlindung dengan baik. Berikut ini beberapa metode penggunaan komponen kanstin yang berlaku pada aspal:

  1. Mula-mula tempat pemasangan kanstin harus digali. Ini bertujuan agar bagian dasarnya diletakkan pada permukaan bawah pengerasan aspal. Sekaligus agar kanstin yang dipasang tidak terguling dan mampu menahan tekanan dari lajur jalan maupun trotoar.
  2. Kanstin yang dipasang memiliki ketinggian kurang lebih 15 hingga 20 cm, sehingga resiko terjadinya kerusakan di sisi depan dan belakang tidak terjadi apabila dihantam suatu kendaraan.
  3. Selanjutnya adalah pengerjaan lantai pada bagian dasar galian kanstin. Sehingga level dudukannya menjadi rata karena memiliki kesamaan tinggi. Jika sudah, kanstin sudah bisa dipasang.
  4. Jangan lupa tambahkan adukan plester pada kedua sisi samping agar bagian natt-nya terisi dengan rapat. 

Metode Penerapan Teknologi Kanstin pada Beton Bertulang 

Selain digunakan pada aspal, kanstin beton juga dapat diaplikasikan pada stuktur beton bertulang. Umumnya penerapan kanstin pada bidang sipil ini paling banyak dilakukan pada kanstin taman atau area rerumputan perumahan (boulevard).  Sehingga teknis penerapan teknologi kanstin tentu saja dibuat secara khusus, agar taman yang dibangun semakin elok dan indah untuk dipandang.

  1. Untuk melakukan pemasangan kanstin pada jalan rigid yang nantinya akan melakukan proses pembetonan, maka stek besi kanstin harus dipasang secara tanam pada batu kali. Fungsinya adalah sebagai retaining wall dari badan jalan.
  2. Usai melakukan proses pembetonan, tahap selanjutnya yaitu melakukan proses pemberian besi terhadap kanstin. Kemudian dilanjutkan dengan bekisting.
  3. Jika proses finishing diperlukan guna merapikan tampilan kanstin, Anda dapat melakukan proses plester dan aci pada permukaan kanstin beton yang suda melalui tahap pembetonan.

Kanstin pada proses stop cor yang diletakkan di lantai beton mengandalkan kanstin berlubang dynabolt yang mana menggunakan block dari pipa. Proses pemasangan kanstin pada lantai berbahan beton bisa dilakukan dengan cara pengeboran sesuai diameter dynabolt, kemudian berlanjut dengan instalasi kanstin yang ditempatkan pada dynabolt tersebut.

Cara pemasangan kanstin pada paving block dan media flexible sebenarnya tidak jauh berbeda. Hal ini bisa Anda amati pada pemasangan sebagian badan kanstin yang ditempatkan pada atas permukaan abu batu setebal 5 cm. Abu batu tersebut adalah sebuah material yang digunakan sebagai tingkatan dasar pada penempatan beberapa paving block. Langkah akhir dari serangkaian proses tersebut adalah kanstin dijepit dengan sejumlah paving block.

Sekian ulasan dari bagaimana penerapan atau penggunaan teknologi kanstin pada bidang sipil di beberapa sudut lingkungan sekitar. Jika Anda membutuhkan konsultasi seputar cara pemasangan kanstin sesuai prosedur bidang sipil, maka jangan segan-segan untuk segera tanyakan pada kami. Komitmen utama dari  kami adalah membantu  Anda memilih dan menawarkan spesifikasi kanstin yang tepat sesuai kebutuhan.

Perhitungan Struktur & Standar Perencanaan Box Culvert

Box culvert termasuk saluran gorong-gorong yang tertutup karena ia tidak dapat dibuka dengan mudah seperti u ditch. Tapi justru karna hal itu, box culvert banyak digunakan sebagai saluran air dibawah tanah bahkan permukaan jembatan. Box culvert dicetak dengan kualitas mutu beton terbaik sehingga ia tahan terhadap tekanan berat, permukannya bahkan bisa dilalui kendaraan berat seperti truck.

 

 

Untuk perencanaan saluran drainase menggunakan box culvert, ada 4 tahap yang harus dilalui oleh kontraktor, meliputi:

  1. Analisa hidrologi: melakukan persiapan, survey pengumpulan data primer dan data sekunder. Penyusunan data ini dibantu oleh analisa debit rencana
  2. Perhitungan hidrolika: melakukan analisa terhadap tipe, dimensi, dan letak saluran yang akan digunakan sebagai pengaliran air
  3. Parameter desain yang dipakai
  4. Perencanaan saluran samping: hasil akhir yang dipilih sesuai desain akan langsung diaplikasikan dalam rencana.

 

Jika sudah melakukan perhitungan dimensi saluran air dengan box culvert seperti diatas, langkah berikutnya anda dapat mementukan kekuatan struktur dari saluran tersebut dengan menggunakan spesifikasi beton dan baja tulangan sesuai dengan kebutuhan.

 

Data Stuktur Atas Box Culvert

 

  • Lebar box culvert (sisi dalam) I = 2.20 m
  • Tinggi box culvert (sisi dalam) H = 1.60 m
  • Tebal plat atas h1 = 0.20 m
  • Tebal plat dinding h2 = 0.18 m
  • Tebal plat bawah h3 = 0.18 m
  • Lebar saluran L = 2.56 m
  • Lebar jalan (jalur lalu lintas) B1 = 27.00 m
  • Tebal selimut beton ts = 0.02 m
  • Tebal slab rigid pavement ts = 0.025 m
  • Tebal lapisan aspal + overlay ta = 0.05 m
  • Tinggi genangan air hujan th = 0.05 m

 

Ragam Variasi Kanstin Paling Umum di Pasaran

Ragam Variasi Kanstin Paling Umum di Pasaran

Kanstin adalah sebuah komponen terpenting yang berfungsi untuk memberi pembeda antara trotoar dengan badan jalan. Secara umum, kanstin paling banyak ditemukan pada jalan-jalan besar. Namun ada pula beberapa kanstin yang juga digunakan pada jalan-jalan berukuran sedang seperti jalan desa dan perumahan. Tak terkecuali dengan kanstin yang diletakkan pada taman. Penggunaan kanstin tersebut didasarkan pada variasi atau macam kanstin yang akan dipilih. Sebagaimana ulasan di bawah ini.

Macam-macam Kanstin Beton Berdasarkan SNI 2442 – 2008

Beragam jenis kanstin beton sebenarnya bisa dengan mudah Anda temukan di lingkungan sekitar. Tiap-tiap jenis kanstin dikategorikan dari tingkat ketinggiannya. Pada dasarnya, bentuk kanstin adalah persegi panjang. Hanya bagian sampingnya saja yang berbentuk trapesium. Bagian depan adalah bagian yang nampak persegi panjang, karena diarahkan langsung ke jalur lalu lintas.

Di bawah ini adalah beberapa jenis kanstin berdasarkan SNI 2442 – 2008  yang paling banyak tersedia di pasaran Indonesia.

1. Kanstin Beton Tegak

Terdapat dua jenis kanstin beton tegak, yakni kanstin tegak dengan komponen horizontal dan tanpa komponen horizontal. Bentuk persegi panjang akan terlihat jika kanstin beton tegak diperlihatkan dari sisi samping. Pada sisi atas permukaannya teriris sudut kemiringan 80,5 derajat. Pada tipe kanstin beton tegak berkomponen horizontal, terdapat tambahan yang mengarah ke depan, semacam bantalan bersudut tegak lurus. Nampak seperti segitiga terpancung apabila dilihat dari bagian samping.

Kanstin beton tegak yang lain yaitu kanstin yang dilengkapi dengan bukaan. Maksudnya adalah kanstin dari suatu inlet yang masih tersambung pada drainase jalan. Pada kanstin tegak jenis horisontal ukuran inlet sebesar 300 cm x 150 cm, terletak di sisi horisontalnya.

Sementara untuk kanstin beton tanpa horisontal, inletnya masih dengan ukuran 300 cm x 150 cm. Hanya saja letaknya berada di bagian depan bawah. Fungsi dari inlet tersebut untuk mengalirkan air mengarah pada jalur parit.

Kanstin yang banyak dijual di pasaran adalah kanstin tegak. Hanya saja para penjual memberikan penamaan yang berbeda untuk mempermudah pembeli menyesuaikan kebutuhannya. Biasanya dibutuhkan pada area taman, DKI, car stopper dan trotoar. Masing-masing kanstin tegak memiliki panjang, lebar dan tinggi yang berbeda-beda tergantung jenis dan kebutuhannya.

2. Kanstin Beton Miring

Hampir mirip dengan kanstin beton tegak horisontal, yang menjadi pembeda hanya terletak pada bagian tegaknya yang terpancung miring. Serupa dengan dinding bendungan yang banyak kita temui di sungai-sungai. Kanstin beton miring terbagi ke dalam dua jenis, yaitu dengan inlet dan tanpa inlet. Masih dengan ukuran inlet yang sama 300 cm x 150 cm. Fungsi inlet pada kanstin ini adalah untuk longitudinal fall yang mengarah ke drainase. Contoh dari kanstin beton miring adalah kanstin S.

 

 

3. Kanstin Beton Peninggi

Sedikit sama dengan kanstin beton miring, perbedaannya terletak pada bentuknya saja yang lebih rendah dan sedikit landai jika dibandingkan dengan kanstin miring. Kanstin beton peninggi biasa digunakan pada area taman kompleks atau perumahan mewah.

4. Kanstin Beton Penghubung

Pada kanstin ini, terdapat sejumlah model khusus yang digunakan untuk menyambungkan dari satu jenis kanstin ke jenis kanstin yang berbeda. Berikut ini beberapa penjelasan lengkap terkait pengaplikasian kanstin penghubung.

  • Pada saat menyambungkan kanstin tegak jenis horisontal dengan kanstin peninggi yang tidak menggunakan inlet. Maka terdapat dua kanstin yang akan digunakan. Pertama, kanstin penyambung pertama berguna untuk menyambungkan kanstin tegak pada penghubung kedua. Lalu dari penghubung kedua disambungkan pada kanstin peninggi. Jarak ketinggian antara kanstin peninggi dengan kanstin tegak adalah 15 cm. Dengan demikian, sangat diperlukan adanya kanstin penghubung supaya proses berpindahnya tidak begitu membahayakan. Pada kemiringan yang mengarah ke kanan diberi tanda huruf T. Sehingga penghubung pertama bertanda D11T, sementara untuk penghubung kedua  bertanda D12T.
  • Penghubung antara kanstin peninggi (yang arah kemiringannya menghadap ke kiri) dan kanstin tegak pun masih sama menggunakan dua kanstin yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya. Lalu diberi tanda huruf N tepat di sisi belakangnya. Penyambungan dan ketinggiannya sama seperti kanstin T.
  • Terakhir, kanstin beton penghubung ketiga merupakan penyambung antara kanstin peninggi dengan kanstin miring. Penamaannya masih sama dengan kanstin penghubung pada kanstin tegak. Pada arah kemiringan ke kiri diberi tanda dengan huruf N, sementara pada kemiringan ke kanan diberi tanda dengan huruf T.

Demikian ulasan dari seputar macam-macam kanstin dari kami. Jika Anda masih ragu atau belum mampu menentukan kanstin manakah yang tepat untuk infrastruktur Anda, kami dengan senang hati akan membantu memilih dan menawarkan kepada Anda salah satu macam kanstin yang tepat. Sehingga proyek infrastruktur Anda akan segera rampung tanpa halangan apapun.

Metode Pelaksanaan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

RCP menjadi salah satu jenis beton pracetak yang telah dikenal banyak orang sebagai material gorong-gorong saluran drainase, hanya saja jika diulas kembali kualitas RCP sangat berbeda dengan buis beton. Kebanyakan gorong-gorong dibuat menggunakan material beton precast sehingga ia dalam dunia konstruksi sering disebut sebagai culvert box, istilah ini sama saja dengan arti dari Reinforced Concrete Pipe.

Bagi Anda yang sudah mengenal dunia konstruksi beton pasti sudah tidak asing lagi dengan produk pipa beton bertulang atau yang biasa disebut dengan reinforced concert pipe. Material ini diproduksi khusus menggunakan mesin modern yang canggih agar bisa membentuk sebuah pipa yang kuat, yang diproduksi dengan campuran material seperti semen, pasir, batu pecah, split dan juga tulangan untuk pembesian di dalamnya.

Pipa beton RCP kebanyakan diproduksi pada pabrik, tapi ada juga yang pengerjaannya dicor pada tempat konstruksi sehingga tidak membutuhkan alat angkut dan biaya mahal dalam pemasangannya. Bahkan dimensi dari pipa sendiri bisa dibuat secara custom tergantung dengan kebutuhan dan jumlah debit air di mana pipa ini akan di tempatkan.

 

 

Pembuatan Reinforced Concrete Pipe yang ada pada pabrik ini secara utuh di cor, bentuknya bisa persegi trapesium ataupun lingkaran sesuai dengan saluran pipa yang dibutuhkan. Untuk pemesanan saluran pipa RCP tertentu, bisa berupa modular yang dipisahkan antara atas dan bawahnya.

Sebenarnya pipa RCP bukanlah satu-satunya produk yang bisa digunakan sebagai saluran drainase, ada gorong-gorong yang diproduksi dengan baja, bahkan PVC. Hanya saja, jika menggunakan produk beton tentu kualitasnya akan terjamin dan bisa bertahan selama puluhan tahun. Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh RCP dibandingkan material jenis lain, diantaranya:

  1. Saluran beton bisa digunakan kembali dan diganti bila sudah tidak terpakai
  2. Pemasangan saluran drainase beton yang mudah karena siap untuk dipasang
  3. Harga yang relatif murah mengingat jangka waktu pemakaian dan kekuatan yang dia tawarkan
  4. Lebih efektif dan efisien dalam menahan beban berat dan tekanan debit air yang berlebih

 

Metode Pelaksanaan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

 

 

Pembangunan konstruksi gorong-gorong umumnya banyak dilaksanakan menjelang musim penghujan, sebab ini adalah salah satu langkah terbaik dalam menghindari ancaman banjir di beberapa daerah.

Dalam metode pelaksanaanya, petugas konstruksi harus melakukan pengecekan elevasi daerah yang hendak dipasang saluran tersebut untuk mengetahui kebutuhan saluran debit airnya. Hal ini dapat mengantisipasi tidak terjadinya genangan air didaerah pipa gorong-gorong yang sudah dipasang, sehingga pipa saluran ini bermanfaat sebagaimana mestinya.

Penempatan saluran gorong-gorong ini juga harus sesuai dengan elevasi yang telah direncanakan. Penggalian tanah tidak boleh terlalu dalam untuk menghindari adanya kerja dua kali nimbun lagi. Pengerjaan gorong-gorong harus sesuai dengan konstruksi yang sudah direncanakan.

 

Proses Pembuatan Reinforced Concrete Pipe Untuk Saluran Gorong-gorong

 

 

Pembuatan saluran RCP ini sama dengan jenis beton pada umumnya, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya: air, agregat berupa pasir, agregat kasar / kerikil, semen, dan cetakan.

Proses pembuatannya yang pertama adalah dengan mencampurkan semen dengan agregat yang ada (pasir & kerikil). Jumlah pasir dan kerikil akan disesuaikan berdasar perbandingan tertentu sehingga nanti akan menghasilkan saluran beton dengan kekuatan dan mutu sesuai standart. Dalam proses pencampuran ini juga dibutuhkan air untuk memastikan semua agregat tercampur secara maksimal.

Langkah selanjutnya adalah dengan mencetak campuran semen dan agregat tadi pada cetakan yang terbuat dari besi telah terlapisi oli dengan bentuk dan ukuran yang dibutuhkan. Oli yang dilumuri pada cetakan besi ini berguna untuk proses pelepasan beton sehingga lebih mudah. Jika sudah dicetak, hanya perlu menunggu waktu sampai cetakan beton benar-benar kering.

Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan Kanstin Beton

Keunggulan dan Kelemahan Penggunaan Kanstin Beton

Kanstin merupakan salah satu produk berbahan beton yang saat ini paling banyak digunakan pada pemasangan paving block dan konblok untuk memperkuat sisi tepi jalan. Kanstin beton bisa dengan mudah Anda temukan pada trotoar, separator, jalan, tepi badan jalan, taman, boulevard dan beberapa tempat umum lainnya. Pada kanstin trotoar misalnya, jalur permukaannya cenderung lebih tinggi daripada jalur kendaraan mobil dan motor. Dengan demikian kanstin juga berfungsi sebagai pembeda atau pembatas satu jalur dengan jalur yang lain. Sehingga kesan indah dan rapi pada badan jalan jelas akan terlihat apabila pemasangannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Membicarakan suatu material atau barang, tentu saja tak lepas dari sisi keunggulan dan kelemahan yang ada. Termasuk kanstin beton. Secara umum material tersebut membantu mempermudah proyek infrastruktur jalan manusia. Namun di lain sisi, kanstin juga tidak bisa luput dari beberapa kelemahan.

 

Keunggulan Kanstin Beton

Berikut ini beberapa nilai plus dari kanstin beton yang menjadi alasan mengapa banyak digunakan pada badan jalan.

  • Mampu menyerap air yang selanjutnya bisa dialirkan pada saluran drainase
  • Memiliki berat yang lebih ringan, apabila dibandingkan dengan pembatas-pembatas jalan selain kanstin
  • Perawatannya tidak begitu rumit, Anda pun dalam membongkar pasang kembali jika terdapat kesalahan dalam proses pemasangannya
  • Tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran di pasaran, sesuai kebutuhan suatu proyek

 

Kelemahan Kanstin Beton 

Beberapa nilai minus dari kanstin beton berikut bisa menjadi pertimbangan apabila Anda menggunakan produk berkualitas rendah. Terlebih jika jenis kanstin beton yang dipilih tidak sesuai sebagaimana mestinya.

  • Pemasangan kanstin beton bisa jadi bergelombang apabila struktur atau pondasi permukaannya kurang kuat dan padat
  • Kerap terjadi kesalahan pemasangan apabila prosesnya menyalahi prosedur. Seperti kanstin mudah bergeser dari titik semula pemasangannya. Jika terus dibiarkan, maka jarak dari satu kanstin dengan kantin berikutnya akan merenggang dan terkesan tidak rapi.

 

Dari beberapa poin keunggulan dan kelemahan kanstin di atas dapat disimpulkan bahwa kanstin beton rentan mengalami keretakan jika proses pemasangannya tidak sesuai standar prosedur yang berlaku. Terlebih jika produk kanstin yang diproduksi di pasaran juga tidak memenuhi ketentuan standar SOP yang sudah ditetapkan suatu industri. Apabila Anda mengabaikan kedua hal tersebut, tentu saja ini akan berakibat fatal pada pengerjaan konstruksi infrastruktur Anda.

 

Spesifikasi Jenis Kanstin Sesuai Kebutuhan Konstruksi

Di bawah ini telah kami sajikan data dari berbagai jenis kanstin yang kami tawarkan kepada Anda. Beberapa jenis kanstin tersebut telah melewati serangkaian proses produksi dengan standar terbaik sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, segala kekurangan kanstin yang dijual di pasaran pada umumnya tidak akan Anda temukan pada produk kami.

Dimensi/Jenis Kanstin Kanstin DKI Kanstin S Kanstin Taman Kanstin Duduk Kanstin B2
Panjang 59.9 cm 40 cm 39 cm 38.5 cm 40 cm
Tinggi 27 cm 30 cm 19.5 cm 20 cm 28 cm
L Atas  10 cm  9 cm  7.5 cm  10 cm 12 cm
L Bawah 15.5 cm 17 cm 10 cm 20 cm 16 cm
Harga  Rp. 60.000 Rp. 45.000  Rp. 25.000 Rp. 35.000 Rp. 40.000

Demikian ulasan terkait keunggulan dan kelemahan kanstin beton pada penerapannya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam memilih kanstin beton berkualitas. Jika Anda merasa ragu menentukan beton manakah yang memiliki kualitas bagus di pasaran, maka segera konsultasikan kepada kami. Dengan senang hati, kami akan memilihkan kanstin beton mutu terbaik dan sesuai dengan segala kebutuhan proyek Anda.

Kegunaan Kanstin pada Jalan dan Taman

Kegunaan Kanstin pada Jalan dan Taman

Kanstin adalah sebuah produk dari bahan beton, berguna sebagai penguat bagian tepi jalan yang sudah dipasangi konblok atau paving blok. Kanstin beton secara umum dimanfaatkan pada separator, trotoar, jalan, taman, tepi badan jalan, boulevard dan masih banyak lagi. Umumnya, trotoar memiliki tingkat elevasi lebih tinggi dibandingkan lajur jalan kendaraan bermotor. Secara praktis, kanstin berfungsi juga sebagai pembatas. Dengan begitu, kerapihan dan keindahan trotoar jalan jelas terlihat ketika kanstin sudah dipasang dengan baik dan benar.

Fungsi Kanstin Beton

Kegunaan atau fungsi utama dari kanstin beton ini yaitu mengunci susunan paving block atau conblock yang sudah disusun, sehingga tidak mudah bergeser dari titik pemasangannya. Fungsi lain dari kanstin ini juga mampu mempermudah para tukang memperoleh sudut lurus dari masing-masing naat yang sudah diatur. Saat ini, kanstin telah tersedia dalam varian ukuran dan bentuk. Kami adalah supplier dan distributor kanstin terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen penuh untuk memberikan variasi kanstin yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Untuk konsultasi pembelian kanstin, silahkan hubungi kami.

Beragam Jenis Kanstin yang Kami Sediakan

Dari pembahasan sebelumnya, kita ketahui bahwasanya kanstin paling umum digunakan pada bagian badan jalan saja. Namun, apakah terdapat jenis-jenis kanstin lainnya yang tidak hanya terpasang pada badan jalan? Temukan jawabannya melalui ulasan berikut.

1. Kanstin Taman

Sejalan dengan penamaan kanstin ini, biasanya kanstin taman digunakan pada area-area rerumputan atau kawasan perumahan mewah yang mana di dalamnya terdapat sejumlah boulevard park. Penggunaan kanstin taman tersebut biasanya dipadukan dengan kanstin beton. Sehingga kesan dari jalan perumahan atau area taman tersebut semakin indah dan rapi untuk dipandang.

2. Kanstin Jepit

Serupa namun tak sama, begitu lah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan bentuk dari kanstin jepit ini. Sama halnya kanstin taman, kanstin jepit juga digunakan pada area rerumputan atau boulevard park. Hanya saja, kanstin jepit ini langsung berbatasan dengan badan jalan.

3. Kanstin S

Kanstin ini memiliki nama lain, yaitu kanstin tali air. Sesuai dengan pemberian namanya, pada kanstin S memiliki bentu yang bergelombang. Begitu berbeda dengan kanstin-kanstin yang dijual di pasaran pada umumnya, dimana bentuknya cenderung lebih rata dan tegas. Kanstin S memiliki kegunaan penting pada badan jalan, yakni sebagai penahan atau pengarah air agar segera masuk ke dalam saluran drainase / pembuangan.

 

Cara Mengoptimalkan Fungsi Instalasi Kanstin Beton

Untuk memperoleh manfaat kanstin sebesar-besarnya, maka Anda menyesuaikan dengan jenis kanstin yang akan digunakan. Selain berpengaruh terhadap keindahan, pemilihan kanstin beton yang tidak sesuai juga dapat menimbulkan bahaya bagi para pengguna lajur jalan, khususnya kendaraan bermotor.

Misal, pada jalanan yang dilalui oleh kendaraan muatan besar, maka memilih kanstin berukuran besar merupakan pemilihan yang tepat. Sebab apabila memasang kanstin berukuran kecil dapat membahayakan pengguna jalan lainnya, bahkan mengakibatkan kendaraan melompat. Hal ini dikarenakan kanstin tersebut tidak dapat berguna sebagai mana mestinya

Begitu juga ketika kanstin trotoar diganti dengan kanstin beton jenis lain yang tingginya kurang dari batas normal. Tentu saja hal ini akan menarik para pengendara untuk berbuat pelanggaran lalu lintas, yakni dengan cara menerobos trotoar tersebut. Pemandangan semacam ini seringkali kita jumpai pada saat jalanan dalam keadaan macet, mereka akan memilih untuk naik ke trotoar karena lebih lengang. Imbasnya, dapat membahayakan pejalan kaki

Daftar Harga dan Spesifikasi Kanstin (Terbaru 2019)

Daftar Harga dan Spesifikasi Kanstin (Terbaru 2019)

Kami adalah distributor dan supplier kanstin beton (kerb) yang menyediakan aneka ukuran dan jenis kanstin berstandar SNI. Mulai dari kanstin trotoar, taman, car stopper, DKI hingga type S.

Sistem produksi kami mengandalkan proses perpaduan basah atau disebut dengan wet cast mixing untuk menghasilkan produk kanstin yang halus pada bagian permukaannya dan efektif jika dilapisi dengan cat.

Kami memiliki tim profesional sekaligus berpengalaman untuk merancang sebuah produk kanstin berkualitas tinggi. Kami berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan terbaik kepada calon pelanggan dan pelanggan setia yang sudah mempercayakan kualitas dari produk kami.

 

Spesifikasi Jenis Kanstin

Berikut ini kami suguhkan data masing-masing jenis kanstin yang kami sediakan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi jalan Anda. Adapun setiap jenis kanstin di bawah ini telah diproduksi sebagaimana fungsinya. Apabila Anda masih merasa ragu atau bimbang memilih jenis kanstin manakah yang cocok untuk kebutuhan proyek Anda, jangan segan-segan untuk berkonsultasi kepada kami. Dengan senang hati, kami akan melayani dan merekomendasikan manakah jenis kanstin yang sesuai dengan kebutuhan.

Kami juga menyediakan beragam model dan jenis kanstin beton bermutu standar K 300. Begitu juga untuk kanstin beton kualitas K 400 sampai K 500. Semakin besar ukuran kanstin atau semakin bagus kualitas bahan yang digunakan, maka semakin tinggi pula harga kanstin yang ditawarkan.

Silahkan Anda melakukan beberapa perbandingan antara harga kanstin kami dengan merk kanstin lain. Kami pastikan bahwa harga kami kami adalah harga terbaik yang mampu bersaing secara sehat di pasaran.

Jika Anda sudah yakin dengan keputusan pemilihan jenis kanstin di atas. Maka langkah selanjutnya adalah Anda dapat meninjau harga-harga kanstin yang bervariasi. 

Dimensi/Jenis Kanstin Kanstin DKI Kanstin S Kanstin Taman Kanstin Duduk Kanstin B2
Panjang 59.9 cm 40 cm 39 cm 38.5 cm 40 cm
Tinggi 27 cm 30 cm 19.5 cm 20 cm 28 cm
L Atas  10 cm  9 cm  7.5 cm  10 cm 12 cm
L Bawah 15.5 cm 17 cm 10 cm 20 cm 16 cm
Harga  Rp. 60.000 Rp. 45.000  Rp. 25.000 Rp. 35.000 Rp. 40.000

Daftar Harga Kanstin Beton Terbaru  2019 – 2019

Perlu diketahui bahwa harga kanstin beton dari kami dapat berubah sewaktu-waktu tanpa informasi sebelumnya. Apabila Anda berkenan untuk memastikan harga tersebut masih sama atau tidak berubah, silahkan hubungi kami untuk info selengkapnya.

 Dimensi Kanstin  Harga
Kanstin 25 x 12 x 40 cm (Lb x T x P)  48.125
Kanstin 28 x 15 x 40 cm (Lb x T x P)  55.000
Kanstin 30 x 25 x 60 cm (Lb x T x P)  96.250
Kanstin 25 x 20 x 60 cm (Lb x T x P)  82.500

Proses pemasangan kanstin sebenarnya tidak begitu sulit selama Anda tahu langkah-langkah pemasangannya. Anda dapat mempelajari cara memasang kanstin sesuai prosedur.Sebelum Anda memulai proses instalasi kanstin pada proyek infrastruktur, ada baiknya jika Anda mempelajari terlebih dahulu cara pemasangan kanstin yang tepat, sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Percayakan segala kebutuhan kanstin Anda bersama kami. Tidak perlu khawatir jika Anda berada di luar pulau Jawa. Karena jangka pengiriman kami telah meliputi seluruh wilayah Indonesia. Pengiriman tepat waktu, aman dan terpercaya. Segera hubungi kami untuk mendapatkan penawaran harga menarik dari kami. 

Cara Pembuatan Kanstin Beton Agar Tidak Mudah Retak

Cara Pembuatan Kanstin Beton Agar Tidak Mudah Retak

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa trotoar adalah sebuah lajur yang difasilitasi bagi para pejalan kaki di pinggir jalan. Biasanya trotoar di bangunan agak lebih tinggi, sekitar beberapa centimeter dari sepanjang permukaan jalan raya. Pemisah antara jalan raya dengan trotoar inilah yang disebut dengan material beton. Secara spesifik, material beton tersebut memiliki istilah khusus bernama kanstin. Lantas apa itu kanstin?

 

 

 

Kanstin merupakan suatu produk yang terdiri dari bahan beton. Fungsi utama dari keberadaan kanstin ini yaitu untuk memperkuat sisi tepi jalan. Terkadang kanstin juga digunakan pada fasilitas umum lainnya, sesuai dari jenis kanstin itu sendiri. Pemasangan kanstin pada jalan raya dapat membantu para pengendara untuk mengemudi sesuai dengan jalurnya.

Kanstin tersedia dalam bentuk dan ukuran yang bervariasi, sehingga dapat menyesuaikan langsung dengan keperluan proyek. Kami selaku distributor dan supplier kanstin seluruh Indonesia ingin berbagi bagaimana kanstin dibuat.

Tutorial Membuat Kanstin Beton yang Kuat dan Kokoh

Kanstin dibuat dari sebuah alat cetak yang terbuat dari bahan besi plat dengan tebal  2 milimeter. Alat ini berfungsi mempermudah produsen untuk memperoleh jumlah banyak pada produksi kanstin.

Berikut ini langkah-langkah pembuatan kanstin/cara cetak kanstin:

  1. Mula-mula pasir dan dimasukkan ke dalam sebuah alat cetak. Pemilihan alat cetak tersebut sesuai dengan jenis kanstin yang akan dibuat.
  2. Pastikan pasir-pasir tersebut masuk dengan sempurna, tanpa ada celah sedikitpun pada alat cetak kanstin
  3. Agar pasir dapat masuk secara maksimal, Anda dapat menepuk sisi permukaan pasir yang sudah tertuang tersebut dengan menggunakan bidang datar.
  4. Pastikan pasir pada alat cetak kanstin telah terisi penuh dan rata
  5. Jika sudah, bagian atasnya ditepuk kembali dengan bidang datar. Kemudian membersihkan bagian atasnya yang masih tersisa.
  6. Tunggu beberapa saat, sekitar 30 menit.
  7. Maka cetakan bisa dibongkar dan kanstin dapat digunakan sebagaimana mestinya

Spesifikasi Cetakan Kanstin Manual Harga Cetakan Kanstin

Di bawah adalah spesifikasi alat cetak kanstin yang biasa digunakan. Adapun tipe, ukuran dan isi pada masing-masing alat cetak tersebut menyesuaikan dari jenis kanstin yang akan diproduksi.

Dimensi/Jenis Kanstin Kanstin DKI Kanstin S Kanstin Taman Kanstin Duduk Kanstin B2
Panjang 59.9 cm 40 cm 39 cm 38.5 cm 40 cm
Tinggi 27 cm 30 cm 19.5 cm 20 cm 28 cm
L Atas  10 cm  9 cm  7.5 cm  10 cm 12 cm
L Bawah 15.5 cm 17 cm 10 cm 20 cm 16 cm
Harga  Rp. 60.000 Rp. 45.000  Rp. 25.000 Rp. 35.000 Rp. 40.000

Seiring perkembangan zaman yang terus berkembang dari waktu ke waktu, variasi kanstin kini telah banyak ditemukan di beberapa pasaran. Mulai dari spesifikasi, jenis, ukuran dan bentuk. Semua varian tersebut tak lain bertujuan agar pengguna dapat memilih varian kanstin sesuai kebutuhan.

Kanstin Taman

Adalah salah satu jenis kanstin yang paling banyak ditemui di sekitar area perumahan. Khususnya pada perumahan yang baru saja dibangun dan perumahan elite menengah ke atas. Hampir semua perumahan tersebut rata-rata 1 bidang tanah yang diperuntukkan sebagai area taman. Begitu juga dengan pemakaian paving beton di badan jalan perumahan. Semuanya akan terlihat rapi dan asri apabila dikombinasikan dengan kanstin. Kanstin memiliki kegunaan untuk memisahkan antara area taman dengan jalan. Keunggulan lainnya yang terdapat pada pemasangan kanstin adalah agar tanah tanah yang berada di taman tidak berserakan dan mengotori jalan.

Kanstin Parkir

Jika anda seringkali pergi ke tempat publik, tentu saja Anda sudah tak asing lagi dengan sebuah tonjolan-tonjolan yang berjajar tempat parkir. Khususnya bagi pengguna mobil. Tonjolan-tonjolan dimaksud dengan car stopper atau kanstin parkir beton.

Karakteristik yang terdapat pada kantin parkir atau car stopper adalah ukuran tingginya yang cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis-jenis kanstin yang lain. Kurang lebih sekitar 10 sampai 15 cm saja. Adanya kanstin pada area parkir sangat penting mengingat gerak mobil terkadang sulit berhenti, sehingga melebihi area yang sudah ditentukan. Kanstin ini bisa dengan ukuran tidak begitu tinggi guna tidak terjadi goresan bumper tatkala mobil melebihi area yang sudah disediakan.

Kanstin Trotoar

Sesuai dengan penamaannya, kanstin ini hanya bisa digunakan sebagai pemisah antara trotoar dengan lajur jalan kendaraan. Kanstin pada permukaan trotoar dibuat lebih tinggi lebih daripada permukaan lajur kendaraan. Sehingga para pengguna trotoar bisa lebih aman berjalan di samping lajur kendaraan.

Kanstin S

Seringkali disebut dengan kantin tali air. Pada kanstin S penampilannya cenderung bergelombang. Hal ini tentu saja sejalan dengan penamaannya. Sangat berbeda dengan beberapa wujud kanstin yang ada di pasaran secara umum, yaitu tegas dan rata. Karena kanstin S memiliki fungsi khusus yaitu untuk mengarahkan air sekaligus menahannya agar masuk melalui saluran gorong-gorong.

Kanstin DKI

Bentuk yang dimiliki pada kanstin DKI nyaris serupa dengan kanstin trotoar. Hal yang sama juga terjadi pada kegunaannya yaitu sebagai pembatas antara trotoar dan badan jalan. Hanya saja kanstin DKI memiliki dimensi yang cukup besar daripada kanstin trotoar. Wajar jika sebagai masyarakat menjulukinya sebagai kantin jumbo. Spesifikasinya yang berukuran besar dan kuat tersebut membuat kanstin DKI sangat disarankan untuk proyek pemasangan jalan-jalan besar yang dilalui oleh kendaraan bermuatan berat.

Demikian ulasan seputar cara pembuatan kanstin yang kuat dan kokoh agar tidak mudah retak. Jika Anda membutuhkan produk-produk kanstin berkualitas, kami dari PT megacon Bangun Perkasa siap memberikan spesifikasi kantin terbaik sesuai kebutuhan proyek anda.

Adapun produk-produk yang kami telah memiliki lisensi SNI, yang mana artinya adalah telah mengantongi standarisasi nasional maupun internasional. Tim ahli dan tenaga kerja kami telah profesional dalam bidang pembuatan dan pemasangan kanstin. Kami melayani pengiriman dan pelayanan instalasi kanstin seluruh wilayah Indonesia.

Cara Memasang Kanstin yang Baik dan Benar Sesuai Prosedur

Cara Memasang Kanstin yang Baik dan Benar Sesuai Prosedur

Kanstin beton adalah sebuah produk precast yang berfungsi untuk membatasi konstruksi jalan dengan paving. Penggunaan kanstin pada jalan dapat dilihat dari segi perbedaan antara lajur kendaraan dan lajur pejalan kaki. Fungsi lain yang terdapat pada kanstin ini adalah membingkai jalur paving agar tidak berpindah dari titik semula, selebihnya agar tidak mudah hancur.

 

Proses Pembuatan Kanstin Sesuai Prosedur yang Baik dan Benar

Konstruksi paving di sepanjang jalan terkadang rentan terhadap resiko kerusakan berupa tidak rata atau malah terlepas dari titik pemasangannya. Ini tak lain dikarenakan terlepasnya suatu bingkai pada jalur paving. Maka dari itu Anda perlu mengamati cara-cara instalasi kanstin beton yang benar dan sesuai sehingga paving block tahan lama.

 

Membuat Drainase

Hampir semua pembangunan jalan memerlukan drainase yang berguna untuk sebagai saluran pembuang air, sehingga jalan tersebut terhindar dari genangan air yang mengakibatkan kerusakan. Instalasi kanstin harus dibuat dengan jarak 150 hingga 200 milimeter dari tepi jalan atau tembok agar air dalam mengalir turun ke arah paving. Adanya drainase pada sebuah jalan sejatinya dapat mengganggu penutup saluran pembuangan air pada jalan. Oleh karena itu, disarankan untuk merancang drainase berdesain longitudinal fall atau cross fall yang mengarah keluar, bisa juga mengarah ke taman atau rumput. Sudut kemiringan terbaik untuk kasus ini adalah 1,5 hingga 2 derajat.

 

Membuat Alas Kanstin

Hal pertama yang Anda harus lakukan sebelum meletakkan kanstin pada sebidang tanah adalah membuat alasnya dengan rabat beton terlebih dahulu. Ketebalan alas kanstin paling minim adalah 150 milimeter. Usut punya usut, rabat beton berfungsi sebagai bahan struktural yang mampu membuat tanah menjadi stabil meski di bawah kanstin. Dengan begitu, Anda tak perlu khawatir apabila kanstin mudah tenggelam atau turun. Selain menjaga kestabilan tanah, kanstin yang dipadu dengan rabat beton juga dapat mengokohkan susunan dari satu kanstin dengan kanstin yang lain.

 

Meletakkan Kanstin Beton

Langkah berikutnya adalah meletakkan kanstin di atas alas yang sudah dibuat tadi. Caranya nyaris sama dengan peletakkan bata beton, yakni mengandalkan satu buah benang guna meluruskan penempatan kanstin. Penggunaan waterpass dan kayu berbentuk lurus juga dapat digunakan untuk mengetahui peletakkan kanstin telah lurus atau tidak.

 

Membuat Haunching

Proses berikutnya yang tak kalah penting adalah pembuatan haunching. Hal ini sangat perlu mengingat haunching dapat mengunci kanstin yang terkadang rentan bergeser. Jika kanstin bergeser, maka hampir dipastikan dapat merusak pembangunan penutup jalan yang sebelumnya telah dipasang. Nantinya, haunching akan ditempatkan pada sisi luar atau belakang. Khusus jalan perumahan, ukuran tebal minimalnya sekitar 75 milimeter. Sementara pada jalan biasa adalah 100 milimeter dan jalan raya berukuran tebal 150 milimeter.

Cara membuat haunching sejatinya masih dirasa asing di Indonesia. Karena secara umum para pekerja proyek pemasangan kanstin hanya melapisi dengan adukan perpaduan beton di bagian bawah. Kemudian ditambahkan naat antar kanstin satu dengan kanstin yang lain. Sah-sah saja apabila pekerja proyek menggunakan cara tersebut selama dudukan antar kanstin tetap kokoh dan tidak bergerak sama sekali.

 

Langkah Terakhir Pemasangan Kanstin

Berikut ini adalah langkah terakhir dari pemasangan kanstin adalah menggunakan mortar untuk melapisi kanstin yang nantinya digunakan sebagai perekat. Mortar memiliki ketebalan kurang lebih 12 hingga 20 milimeter. Metode pemasangan kanstin dengan mortar hanya berlaku pada penggunaan kanstin berdimensi besar dan pembangunan penutup jalan besar. Tidak hanya mengandalkan mortar, pada langkah terakhir ini juga diperlukan besi dowel yang berguna untuk mengaitkan pelat beton.

Sekian ulasan kami terkait cara pemasangan kanstin beton yang baik dan benar agar terhindar dari kerusakan. Perlu diketahui, bahwa proses pemasangan kanstin tidak direkomendasikan saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Pastikan pula pekerjaan kanstin yang belum rampung ditutup terlebih dahulu agar terhindar dari resiko perubahan struktur.

 

7+ Jenis dan Penggunaan Kanstin pada Infrastruktur Jalan

7+ Jenis dan Penggunaan Kanstin pada Infrastruktur Jalan

Kansteen atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan kanstin merupakan suatu produk yang terdiri atas beton precast/pracetak yang umumnya digunakan pada bagian pinggir dari badan jalan. Keberadaan dari kanstin ini memiliki sebuah fungsi utama yaitu untuk membatasi sisi badan jalan dengan trotoar.

 

Apa Saja Jenis dan Kegunaan Kanstin ?

Seiring dengan perjalanan waktu yang kian berkembang, variasi kanstin pun kini semakin beragam. Mulai dari jenis, bentuk hingga ukuran yang mampu memudahkan pembeli untuk menyesuaikan tingkat kebutuhannya. Seperti apakah jenis-jenis kanstin itu? Simak ulasan selengkapnya berikut.

Kanstin Parkir / Car Stopper

Apabila Anda sering bepergian ke tempat-tempat umum, kemudian memarkirkan mobil terlebih dahulu. Tentu saja Anda sudah tak asing lagi dengan tonjolan-tonjolan yang berjajar di tempat parkir mobil tersebut. Ya, itulah yang dimaksud dengan car stopper beton atau kanstin parkir, sering disebut juga kanstin stopper.

Ciri khusus pada kanstin jenis ini adalah ukuran tingginya paling rendah jika dikomparasikan dengan jenis kanstin yang lain. Hanya mencapai 10 hingga 15 cm saja. Keberadaan kanstin parkir ini berguna agar gerak mobil dapat terhenti sehingga tidak melampaui area semestinya. Ukuran kanstin yang tidak begitu tinggi juga dapat menghindari goresan bumper ketika menghentikan laju roda.

Kanstin Trotoar

Sejalan dengan namanya, kanstin ini biasa diaplikasikan sebagai pemisah antara badan jalan dan trotoar. Pada kanstin trotoar pejalan kaki didesain lebih tinggi daripada area kendaraan. Ukuran kanstin trotoar cenderung lebih tinggi daripada kanstin taman.

Kanstin Taman

Merupakan kanstin yang sering digunakan pada area perumahan, terutama pada perumahan elit menengah ke atas atau perumahan yang baru saja dibangun. Sebagaimana kita tahu, bahwa hampir setiap perumahan-perumahan tersebut memiliki sebidang area yang dipergunakan untuk membuat sebuah taman. Ditambah lagi dengan penggunaan paving beton pada jalan perumahan. Jika dipadukan dengan kanstin, tentu saja akan terlihat lebih rapi dan asri.

Keberadaan kanstin taman ini berfungsi sebagai pemisah antara badan jalan dan taman. Manfaat lain dari kanstin taman adalah untuk menahan tanah supaya tidak mudah berserakan atau tercecer ke badan jalan.

 

Kanstin DKI

Memiliki bentuk yang hampir sama dengan kanstin trotoar, begitu juga fungsinya yang berguna untuk membatasi jalan sekaligus memisahkan trotoar. Perbedaan pada kanstin DKI hanya terletak pada dimensinya yang cenderung membesar. Tak heran jika sebagian orang menamainya sebagai kanstin jumbo. Bentuknya yang besar dan kuat inilah yang membuat kanstin DKI direkomendasikan pada pinggir jalan besar yang dilalui oleh kendaraan muatan besar.

 

Kanstin S

Kanstin ini biasa disebut dengan kanstin tali air. Sejalan dengan namanya, bentuk dari kanstin S memiliki penampilan yang bergelombang. Berbeda dengan tampilan kanstin pada umumnya yang cenderung rata dan tegas. Kanstin S berfungsi sebagai penahan atau pengarah air untuk masuk ke dalam saluran pembuangan.

 

Kanstin Jepit

Biasa disebut dengan kanstin taman, karena paling banyak digunakan pada pinggiran taman untuk membatasinya langsung dengan badan jalan. Keberadaan dari kanstin jepit sangat dibutuhkan untuk menjaga keindahan dan kerapian taman. Khususnya pada taman-taman yang berada di area perumahan. 

 

Kanstin Lubang Air

Senada dengan namanya, kanstin lubang air adalah sebuah material yang terbuat dari beton dengan lubang di bagian tengahnya. Tak lain, lubang tersebut berfungsi untuk membuang air ke saluran gorong-gorong atau U-Ditch