Blog

Pengertian Resin, Jenis & Manfaatnya

Pengertian Resin, Jenis & Manfaatnya

Resin merupakan salah satu material yang sangat umum digunakan yang memiliki sifat mudah mengeras dan memiliki bobot yang cukup ringan. Hal ini menjadikan resin banyak disukai setiap orang dan bisa dijadikan berbagai macam benda hingga kebutuhan dalam suatu industri. Casing terbuat dari material alami sehingga sangat aman bagi lingkungan dan juga tidak beracun jika ditelan.

Reaksi sebenarnya merupakan sebuah campuran dari berbagai macam senyawa kompleks seperti alkohol, asam retinoat berbagai macam senyawa lainnya. Resin juga merupakan hasil dari eksudasi tumbuhan secara alami atau buatan dengan singkat padat bening dan kusam dan dapat meleleh serta mudah terbakar jika terkena panas. Bahan ini juga memiliki aroma khusus dan khas.

Resin juga termasuk dalam satu bahan yang berasal dari alam dengan sumber utama pembuatan desain adalah berasal dari getah berbagai macam jenis pohon seperti pohon konifer atau pohon kunjung. Petani mendapatkan tekstur yang kuat maka anda bisa mencampurkan kata pohon tersebut dengan berbagai unsur kimiawi lainnya hingga menghasilkan bahan yang tidak mudah hancur. Karena resin terbuat dari campuran kimia dan juga getah maka resin tidak perlu dibentuk terlebih dahulu dengan menggunakan cetakan secara manual.

Manfaat Resin

Saya memiliki sifat yang bisa mengeras dan kuat dan resin umumnya digunakan sebagai perekat yang sangat baik. Resin juga digunakan sebagai cairan yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk menutupi keretakan pada beton. Namun Selain itu terdapat berbagai macam manfaat dan kegunaan dari resin yang bisa anda ketahui diantaranya:

Membuat Kerajinan Tangan

Resin dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam kerajinan tangan dengan menggunakan peralatan sederhana. Karena reaksi memiliki sifat yang cair sehingga menjadikan bahan ini sangat mudah untuk dibentuk dengan berbagai macam jenis kerajinan.

Pelapis Furniture

Resin dapat digunakan sebagai bahan pelapis yang sangat kuat untuk sehari-hari pertama untuk furniture. Hari ini juga dapat dimanfaatkan agar furniture gambar gores ataupun rusak sehingga pelapisan bahan ini sangat kuat. Mesin cair bisa dengan mudah diaplikasikan pada berbagai jenis permukaan dan dapat melekat secara sempurna Setelah dikeringkan beberapa lama.

Seni Resin

  • Kerajinan Resin seperti Meja Resin
  • Proyek DIY dengan Epoxy Kayu
  • Untuk membuat bagian elektronik:
  • Lapisan logam
  • Isolator untuk bagian listrik
  • Bahan plastik yang diperkuat serat
  • Menggunakan pengikat di beberapa campuran semen dan mortar
  • Perekat Epoxy serba bisa
  • Membuat pelapis yang tidak licin
  • Membuat busa kaku
  • Untuk digunakan dalam pengeboran minyak untuk memperkuat permukaan berpasir yang lepas
  • Pelapis industri
  • Enkapsulasi dan pelapisan berbagai media
  • Untuk plastik yang diperkuat serat

Namun, tidak berakhir di situ, Resin epoksi juga digunakan dalam sealant, pernis, casting dan senyawa mendempul, cat, dan segala macam aplikasi industri lainnya. Saat menyembuhkan, epoksi tidak menyusut. Resin ini juga tahan terhadap bahan kimia dan benar-benar tahan kelembaban. Tidak hanya itu, resin memiliki sifat isolasi listrik dan sangat tahan benturan. Itu juga dapat ditingkatkan dengan bala bantuan untuk lebih banyak kegunaan.

Apa perbedaan antara resin epoksi dan poliester? Perbedaan utama terlihat pada fase curing. Epoxy menggunakan pengeras khusus sedangkan poliester menggunakan katalis untuk reaksi. Resin epoksi tidak semuanya tahan air, meskipun mereka memiliki sifat ikatan yang sangat baik. Beberapa jenis epoksi paling baik disimpan di bawah permukaan air.

Material Resin

Untuk mendapatkan teknis, epoksi terdiri dari resin polimer. Resin polimer ini termoset, dengan setiap molekul mengandung minimal satu gugus epoksida. Untuk mencapai viskositas dan konsistensi yang tepat untuk penggunaan resin, sifat kimia dapat diubah. Epoxy terbagi dalam dua kategori utama: non-glisidil dan glisidil. Di bawah cabang-cabang ini, ada banyak sub-tipe epoksi.

Ada dua bentuk resin epoksi glisidil yang sangat umum. Ini adalah novolac, dan resin yang dibuat dengan Bisphenol A (BPA). Agar resin epoksi mengeras, bahan pengawet ditambahkan – ini biasanya berbasis amina. Rasio pengeras untuk resin jauh lebih tinggi dalam epoksi daripada jenis resin lainnya. Terkadang, polimer termoplastik juga ditambahkan ke resin epoksi untuk memperkuatnya lebih lanjut.

Cara Menggunakan Selimut Beton

Cara Menggunakan Selimut Beton

Beton adalah bahan bangunan yang fantastis yang telah digunakan di seluruh dunia selama berabad-abad. Kita menggunakannya untuk membangun segala sesuatu mulai dari jembatan besar, bangunan dan bendungan hingga rumah tinggal, jalan, trotoar, trotoar, teras, dan banyak lagi. Bahkan elemen dekoratif kecil seperti perapian cor mengelilingi dan meja terbuat dari beton. Ini sangat kuat, cukup murah, tersedia dan mudah dibuat. Cukup campur pasir, semen dan agregat batu dengan air dan Anda mendapatkan beton. Semen adalah bahan aktif yang secara kimia bereaksi dengan air untuk mengeraskan dan memperkuat campuran. Ini disebut curing dan membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk menyelesaikannya. Saat perawatan terjadi, beton mengering dan tumbuh semakin kuat. Tetapi untuk ini juga tidak boleh terlalu dingin atau airnya akan membeku. Itulah gunanya selimut beton.

Selimut pengawet beton sangat penting jika Anda bekerja dalam cuaca dingin. Ketika suhu turun di bawah 40 derajat Fahrenheit, air di dalam campuran beton dapat membeku yang menyebabkan kerusakan struktural. Selama proses pengawetan, beton memanas dari dalam. Selimut beton mengunci panas sambil menahan dingin. Mereka mencegah air dari pembekuan yang memungkinkan penyembuhan terjadi. Inilah sebabnya mengapa mereka juga disebut selimut penyembuhan. Sebagian besar hanya selimut berinsulasi tebal tetapi beberapa desain memiliki pemanas listrik bawaan. Ini dapat digunakan untuk menjaga beton tetap hangat saat insulasi saja tidak cukup.

Menuangkan beton menghadirkan banyak tantangan yang sulit, dan ketika cuaca dingin datang, segalanya menjadi lebih rumit. Hal ini karena beton perlu dikeringkan dan dikembangkan dengan baik untuk mempertahankan tingkat kekuatan dan integritas yang aman, yang berarti beton perlu dilindungi dari pembekuan segera setelah penuangan. Tetapi menuangkan beton dalam cuaca dingin sangat mungkin dilakukan, dan selimut beton Steel Guard Safety dapat membantu.

Tips Tuang Beton

Ketika terlalu dingin untuk Menuangkan Beton Menurut American Concrete Institute, beton terkena kondisi cuaca dingin setiap kali suhu harian rata-rata di bawah 5ºC (40ºF) dan suhu udara tidak naik di atas 10ºC (50ºF) selama lebih dari setengah setiap periode 24 jam. Dalam kondisi ini, beton mungkin berada dalam bahaya pembekuan dan cuaca dingin dapat mengganggu proses pengerasan dan pengerasan. Jika tren cuaca lokal menunjukkan Anda mungkin menghadapi kondisi ini saat Anda menuangkan atau mengelola beton, Anda harus merencanakan untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap cuaca dingin.

Ada berbagai metode yang tersedia untuk menjaga beton pada suhu yang cukup, tetapi selimut beton adalah salah satu yang paling sederhana dan paling efektif. Terpal termal berinsulasi ini dapat digunakan sebagai selimut perawatan beton, dinding tirai sementara, atau penutup panas sementara, menjadikannya alat serbaguna untuk menciptakan lingkungan suhu yang tepat untuk perawatan beton. Tidak peduli bagaimana mereka digunakan, sangat penting untuk mengukur dan mencatat suhu beton dengan rajin untuk memastikan tidak pernah turun di bawah target yang diperlukan.

Seperti biasa, penting untuk mempertimbangkan tantangan spesifik dari pekerjaan yang ada saat merencanakan untuk menuangkan beton dalam cuaca dingin. Jika ada persyaratan kekuatan khusus untuk beton, pastikan Anda menjaga beton pada suhu yang memungkinkannya memenuhi persyaratan tersebut. Juga ingat untuk tidak pernah menuangkan beton di atas es, salju, atau tanah beku – jika tanah membeku, Anda harus memanaskan dan mencairkannya sebelum menuangkan beton.

Langkah-langkah Tuang Beton

  • Pastikan untuk memesan beton air-entrained.
  • simpan campuran yang dipanaskan atau pesan alternatifnya 100 pon semen ekstra untuk setiap yard kubik menjaga lebih banyak kekuatan di awal proses perawatan.
  • Pesan campuran sump rendah untuk menghentikan pendarahan air.
  • Setelah pemasangan dan penyelesaian selesai, dan air pembuangan menguap, tutup beton dengan selimut perawatan berinsulasi untuk menstabilkan pada suhu optimal konstan.
  • Setelah sekitar 72 jam, lepaskan selimut beton termal dan biarkan bilahnya mengering.

Klasifikasi Dasar Rigid Pavement

Perkerasan kaku dibangun dari beton semen atau pelat beton bertulang. Jalan beton dengan grouting adalah jenis perkerasan semi kaku. Desain perkerasan kaku didasarkan pada penyediaan pelat beton semen struktural dengan kekuatan yang cukup untuk menahan beban dari lalu lintas. Perkerasan kaku memiliki kekakuan dan modulus elastisitas yang tinggi untuk mendistribusikan beban pada area tanah yang relatif luas. Ini adalah jenis perkerasan jalan yang paling tahan lama.

Variasi kecil dalam kekuatan tanah dasar memiliki pengaruh kecil pada kapasitas struktural perkerasan kaku dalam desain perkerasan kaku, kekuatan lentur beton merupakan faktor penting tetapi tidak dianggap sebagai kekuatan tanah dasar.

Karena sifat perkerasan ini, ketika tanah dasar membelok di bawah perkerasan kaku, pelat beton mampu menjembatani keruntuhan lokal dan daerah yang tidak didukung oleh tanah dasar karena aksi pelat. Jenis perkerasan jalan kaku dibuat dari beton semen portland dan akan dianalisa dengan teori pelat daripada teori lapisan. Pembengkokan balok karena beban roda dan variasi suhu serta memastikan tegangan tarik dan lentur. Berikut ini adalah jenis atau klasifikasi perkerasan kaku:

Perkerasan Beton Polos Bersendi

Perkerasan beton polos bersambung dibangun dengan sambungan kontraksi yang berjarak rapat. Batang dowel dan interlock agregat umumnya digunakan untuk transfer beban melintasi sambungan. Mereka biasanya memiliki jarak sambungan 8 hingga 15m.

Perkerasan Beton Bertulang Bersama

Meskipun perkuatan tidak meningkatkan kapasitas struktural secara signifikan, perkuatan dapat sangat meningkatkan jarak sambungan hingga 10 hingga 30 m. batang dowel diperlukan untuk transfer beban. Tulangan membantu menjaga pelat tetap utuh bahkan setelah retakan muncul di permukaan beton.

Perkerasan Beton Bertulang Kontinu

Pada jenis perkerasan jalan beton bertulang menerus ada penghapusan lengkap sendi tulangan.

Perkerasan Beton Pra-Tekan

Beton prategang jenis perkerasan jalan dirancang dan diproduksi menjadi prategang untuk menahan gaya tarik yang disebabkan oleh beban eksternal oleh berbagai benda hidup seperti kendaraan di jalan atau pesawat di bandara.

Dibandingkan dengan perkerasan aspal, perkerasan beton prategang lebih tahan terhadap dorongan roda pesawat atau kendaraan dan juga menyebabkan lebih sedikit keausan pada diri mereka sendiri. Jenis perkerasan jalan ini juga berguna untuk meminimalkan biaya perawatan.

Kriteria Kegagalan Rigid Pavement

  • Retak karena kelelahan telah menjadi satu-satunya alasan atau kriteria untuk desain perkerasan kaku.
  • Jumlah pengulangan beban yang diperbolehkan untuk memulai retak lelah adalah rasio tegangan yang bergantung antara tegangan tarik lentur yang terjadi dan modulus keruntuhan beton.
  • Pemompaan diidentifikasi sebagai salah satu kriteria kegagalan penting untuk terjadinya kegagalan pada perkerasan kaku.
  • Pemompaan dapat dijelaskan sebagai keluarnya slurry tanah melalui sambungan dan retakan pada perkerasan beton semen, yang disebabkan selama pergerakan ke bawah pelat di bawah beban roda yang berat pada saat itu juga.
  • Beberapa jenis kerusakan utama lainnya yang disebabkan pada perkerasan kaku termasuk patahan, spalling, dan deteriorasi.

Alat Uji Pencari Nilai Susut Beton

Alat Uji Pencari Nilai Susut Beton

Susut pada beton atau dapat disebut sebagai shrinkage merupakan perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban yang biasanya terdapat Faktor yang mempengaruhi besarnya rangka dan sudut antara lain seperti sifat dari bahan dasar beton, rasio air terhadap jumlah semen, suhu pada saat pengerasan, kelembaban nisbi atau pada saat penggunaan dan juga umur beton pada saat beban bekerja.

Salah satu alat uji yang bisa mengukur nilai penyusutan pada beton adalah Hydraulic shrinkage Determination. Alat ini memiliki acuan standar UNI 11307 (yang dapat dibandingkan dengan ASTM C426) yaitu yang disesuaikan dengan metode standar tersebut berupa pin besi kecil ditambahkan pada ujung sampel beton. Biasanya juga menggunakan sampel balok berukuran 100x100x500mm.

Kompenen Alat Ukur Susut Beton

Beam Mould

Terbuat dari baja jadi dingin yang dikerjakan secara presisi, 100x100x500 mm
Berat sekitar: 19 kg

Steel Pins

Untuk direkatkan pada permukaan ujung balok

Shrinkage Measurement Apparatus

Dudukan logam, dilengkapi dengan bilah referensi dan pengukur digital 12,5 × 0,001 mm, dengan output untuk PC. Kabel tidak termasuk.
Berat kira-kira 14 kg

55-C0100/MB11

Cetakan balok 100x100x500 mm

55-C0115/11

Pin baja untuk penentuan susut beton ke UNI 11307. Paket 10 buah.

55-C0115/3D

Alat pengukur susut dengan batang referensi dan pengukur digital 12,5x 0,001 mm dengan output untuk koneksi PC (diperlukan kabel khusus)

Faktor Susut Beton

Susut merupakan berkurangnya volume beton atas kehilangan uap air yang berhubungan dengan waktu sedangkan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap susut pada beton diantaranya:

  • Agregat yaitu kandungan agregat semakin tinggi akan semakin berkurang perubahan volumenya akibat susut
  • Faktor air semen yang semakin besar maka akan semakin besar pula efek susut
  • Ukuran elemen beton dengan kelajuan dan besarnya susut akan berkurang apabila volume elemen pertanian semakin besar
  • Kondisi lingkungan yaitu laju perubahan sudut semakin kecil pada lingkungan dengan kelembaban relatif yang tinggi
  • Banyaknya penulangan yang mana Putih Tulang lebih sedikit hasilnya dibandingkan dengan batu sederhana.

Keunggulan & Kerugian Rigid Pavement

Keunggulan & Kerugian Rigid Pavement

Pavement Rigid dibagi menjadi pelat yang berbeda selama konstruksi dan celah kecil disediakan di antara pelat sehingga beton tidak retak selama ekspansi pada hari-hari musim panas. Tidak seperti perkerasan lentur, perkerasan kaku bertindak sebagai pelat dan mampu meneruskan tegangan beban roda ke area yang lebih luas di bawahnya dengan kerja pelat. Perkerasan ini tidak menunjukkan deformasi pada permukaan perkerasan atau deformasi lapisan bawah akibat kekakuan pelat beton semen.

Persyaratan Pavement Rigid yang Baik

  • Memiliki desain umur panjang dengan biaya perawatan yang rendah.
  • Cukup kedap untuk melindungi tanah sub-grade.
  • Ini harus memiliki koefisien gesekan yang tinggi untuk menahan penyaradan.
  • Cukup halus untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna.
  • Strukturnya harus kuat untuk menahan semua jenis beban.

Langkah Konstruksi Pavement Rigid

Persiapan Tanah Dasar

Tahap pertama dari konstruksi perkerasan kaku adalah persiapan tanah dasar. Pekerjaan pemotongan dan pengisian dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan pekerjaan pemadatan dilakukan. Aplikasi ringan air harus dilakukan selama pekerjaan pemadatan.

Penyediaan Kursus Sub-dasar

Kursus sub-base diberikan ketika tanah dasar lemah. Dalam kasus tanah dasar yang kuat, tidak perlu untuk kursus sub-dasar. Sub-base course adalah campuran tanah & potongan batu kecil. Setelah penyediaan sub-base, itu harus dipadatkan.

Persiapan Kursus Dasar

Kemudian dibangun dasar non-erosif kasar dengan batu-batu besar dan batu-batu yang menjaga lereng untuk tujuan pembuangan air. Rongga dan celah antara bongkahan batu besar atau batu besar diisi dengan batu-batu kecil. Batu yang kuat dengan bentuk yang tidak beraturan umumnya lebih disukai. Ketebalan base course harus minimal 6 inci.

Persiapan Kursus Permukaan

Bangun pelat beton di atas base course (baik dengan RCC atau PCC). Untuk jalan lalu lintas tinggi, ketebalannya tidak boleh kurang dari 12 inci. Untuk jalan lalu lintas rendah, ketebalannya tidak boleh kurang dari 6 inci.

Keuntungan Pavement Rigid

  • Biaya perawatan dan pengoperasian yang rendah.
  • Rentang hidup yang lebih tinggi (Rentang hidup mungkin sampai 40 tahun sedangkan perkerasan fleksibel memiliki masa hidup hanya 10-20 tahun).
  • Ini memiliki kekuatan lentur yang tinggi.
  • Ini memiliki ketahanan yang baik terhadap produk minyak bumi, minyak, dan bahan kimia.
  • Lebih ramah lingkungan daripada perkerasan lentur.
  • Ini mendistribusikan beban di area yang lebih luas dan dapat menanggung beban dalam jumlah besar karena aksi pelat.

Kekurangan Pavement Rigid

  • Biaya awal yang tinggi diperlukan untuk konstruksi.
  • Perawatan lebih sulit daripada perkerasan lentur.
  • Membutuhkan setidaknya 28 hari perawatan sebelum pergerakan lalu lintas tinggi karena beton memperoleh efisiensi/kekuatan 99% dalam 28 hari.
  • Deformasi berlebihan yang terjadi karena beban roda yang lebih berat tidak dapat dipulihkan pada tipe perkerasan ini (penyelesaian bersifat permanen).

Peranan Air Dalam Pembuatan Beton (Minimalisir Susut Beton)

Pada pembuatan beton biasanya menggunakan air yang merupakan faktor utama dan faktor paling penting. Pencampuran air dan semen nantinya akan bereaksi dan menjadi pasta pengikat pada agregat. Air berperan penting terhadap kuat tekan pada beton karena jika kelebihan air akan menyebabkan penurunan pada kekuatan beton itu sendiri. Sehingga pencampuran air harus pas dan sesuai dengan standar yang ada.

Pada proses pembuatan beton jika kelebihan air bisa saja mengakibatkan batuan mengalami breeding yaitu Air bersama semen akan bergerak ke atas permukaan adukan beton yang baru saja dituang yang menyebabkan kurangnya tekanan beton antara lapis permukaan. Kekurangan lekatan antara dua lapisan tersebut akan mengakibatkan area pada beton lebih lemah.

Pengaruh Air Terhadap Susut Beton

Pemberian air pada campuran beton akan berpengaruh terhadap sifat workability adukan beton dan juga mempengaruhi besar kecilnya nilai sudut pada beton. Kelangsungan dari reaksi dengan semen Portland juga akan menghasilkan kekuatan pada selang waktu tertentu. Peran air juga sangat mendukung perawatan adukan beton sebagai penjamin pengeras yang baik pada beton. Air untuk campuran pembuatan beton minimal harus memiliki syarat sebagai air minum yaitu tawar tidak berbau dan juga bila dihembuskan dengan udara tidak keruh.

Berikut ini beberapa persyaratan yang sebaiknya memenuhi sebagai pencampuran untuk pembuatan beton agar terbebas dari susut beton.

  • Air tidak mengandung lumpur ataupun benda melayang lainnya lebih dari 2 gram per liternya
  • Tidak mengandung garam yang dapat merusak beton seperti asam atau zat organik lebih dari 15 gram per liter
  • Tidak mengandung klorida lebih dari 0,5 gram per liter

Faktor air semen atau dapat disebut fas merupakan perbandingan berat antara air dan juga semen Portland yang mana dalam campuran tersebut adalah adukan beton.Semen sendiri merupakan salah satu jenis bahan pengikat yang dapat mengeras bila bereaksi dengan air sehingga dapat menghasilkan benda padat terhadap air seperti beton. Bahan baku dari pembentuk semen Portland adalah batu kapur silika oksida alumina dan juga oksida besi. Tipe dari semen Portland bisa diperoleh dengan mengadakan sejumlah variasi di dalam perbandingan unsur serta derajat kehalusan butirnya.

Susut Beton

Susut beton dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu susut plastis dan juga susut pengeringan. Susut plastis merupakan penyusutan yang terjadi beberapa jam Setelah beton segar dicor ke dalam acuan yang mana permukaannya dapat diekspor seperti plat lantai akan lebih mudah dipengaruhi oleh udara kering karena memiliki bidang kontak yang luas. Kata-kata melalui permukaan beton dibandingkan dengan pergantian oleh air dari lapisan beton yang paling bawah.

Berbeda dengan susut pengeringan yang mana terjadi setelah beton mencapai bentuk akhirnya dari suatu proses hidrasi pasar semen yang telah selesai. Dalam susut pengeringan terjadi kekurangan volume elemen beton dan juga terjadi kehilangan uap air karena penguapan.

Resin Sebagai Material Injeksi Beton

Resin Sebagai Material Injeksi Beton

Saat ini Perkembangan lantai beton sangat sukses untuk menggeser penggunaan dari lapisan semen biasa yang mana penggunaan dari lantai beton lebih memberikan kekuatan pada lantai. Namun bagaimana jika pada lantai beton mengalami keretakan dan bagaimana cara mengatasinya. Ada beberapa hal yang bisa mengakibatkan keretakan pada lantai beton salah satunya adalah dengan pemilihan material yang tidak bagus. Untuk anda ketahui bahwa katakan pada lantai dapat diatasi.

Injeksi beton yang retak merupakan solusi yang sangat baik untuk memperbaiki retakan pada beton atau kerusakan pada beton. Salah satu material yang bisa digunakan untuk injeksi beton adalah disuntikkan ke dalam meletakkan menggunakan material resin. Penggunaan material ini dapat memastikan bahwa ratakan akan terisi penuh dengan resin dan membuat akan tidak hanya sehat secara struktural tetapi juga dapat mencegah intrusi air dan pengelupasan yang terjadi pada tahun berikutnya.

Material Injeksi Beton

Untuk memperbaiki lantai beton yang rusak maka anda bisa menggunakan injeksi beton dengan menggunakan berbagai macam material. Anda dapat menggunakan material tersebut untuk mengisi retakan dan juga bisa mengisi rongga yang terbentuk. Berikut ini beberapa material yang biasanya digunakan untuk injeksi beton diantaranya:

Epoxy Resin

Material ini merupakan material yang sangat kuat dan memiliki elemen yang hampir sama seperti floor hardener dan epoxy. Material ini memberikan kekuatan pada lantai dan juga memberikan ketahanan. Penggunaan material ini biasanya digunakan untuk injeksi beton pada gedung perkantoran pusat perbelanjaan hingga pabrik dengan material lantai tertentu. Keretakan yang terjadi pada beton dapat atasi menggunakan epoxy resin yang dapat mengisi dengan sangat kuat. Struktur hutan yang rusak juga kata tutup dan bahkan membuatnya semakin kuat.

Penggunaan epoxy resin juga sangat baik untuk menambah beberapa titik keropos pada beton sehingga memberikan perawatan yang sebelumnya benar-benar retak dan juga rusak. Bentuk dari resin ini cair dan memudahkan untuk melakukan injeksi beton pada lantai. Kebocoran dan juga rembesan air dapat dihindari dan memperbaiki keretakan dengan menggunakan material resin ini.

Polyurethane

Pilihan material dari injeksi ini sangat ampuh untuk menutupi kebocoran kecil yang biasanya berbentuk retakan atau crack pada beton. Untuk mencegah retakan lebih besar maka anda harus menutupi rongga sekitar 0 sampai 5 mm. Penggunaan dari material ini sangat cocok untuk jembatan terowongan Silo, Dermaga, basement, kolam renang dan masih banyak lagi.

Perlu untuk anda ketahui terdapat berbagai macam material injeksi beton di atas yang dapat digunakan dan memiliki tingkat keandalan tertentu sehingga mencapai kekuatan yang sangat tinggi. Setelah proses injeksi dilakukan dan juga nantinya akan mengering maka bagian retak akan menyambung serta membuat ikatan yang kuat dan tahan terhadap beban. Sebutkan dalam injeksi beton ini dapat dilakukan oleh tenaga yang profesional dan berpengalaman hingga dipastikan hasil akhirnya yang sangat maksimal. Pilihan dari material injeksi beton yang tepat juga dapat membentuk retakan dan dapat mengatasi bagian lantai beton yang bermasalah. Material yang sudah disebutkan diatas memiliki sifat lengket dan kuat yang sangat bagus untuk membuat sambungan beton yang lebih baik dan menghentikan kebocoran air atau berbagai masalah lainnya.

Manfaat Injeksi Beton

  • Dapat digunakan untuk memperbaiki keretakan atau lubang yang ada pada beton
  • Tahan lama dan memiliki bahan yang keras serta memiliki viskositas rendah dengan kekuatan tekan yang cukup tinggi
  • Mampu untuk mencegah rembesan air melalui celah-celah beton
  • Terdapat kekuatan adhesi yang sangat tinggi untuk beton
  • Dapat melekat kuat pada retakan beton agar homogen
  • Cocok untuk sistem sektoral seperti pekerjaan dan perbaikan keretakan

Kenali Faktor Penyebab Penyusutan Beton

Penyusutan struktur beton atau dapat disebut sebagai shringage merupakan akibat dari hilangnya kelembaban yang disebabkan oleh penguapan pada campuran beton. Sebab utama dari penyusutan struktur beton ini karena perubahan kondisi dari adukan beton yang biasanya berubah menjadi lebih kering dan terpengaruh oleh waktu. Selain itu penyebab lainnya adalah waktu yang mempengaruhi volume beton tanpa terpengaruh oleh faktor eksternal beton.

Dalam dunia beton terdapat beberapa jenis shrinkage yang perlu kita ketahui dan kita kenal. Berikut ini beberapa penjelasan dari masing-masing jenis penyusutan beton.

Jenis Penyusutan Beton

Retak Rambut / Plastic Shringkage

Retak rambut atau dapat disebut sebagai plastik shringkage merupakan salah satu jenis retak pada beton yang terjadi setelah menuangkan campuran beton ke dalam cetakan. Hal tersebut terjadi karena campuran adukan beton yang terhidrasi sehingga terjadi penguapan dan mengubah volume beton sehingga menyebabkan keretakan.

Drying Shringkage

Proses penyusutan pada beton biasanya terjadi di pada beberapa bulan awal dan akan menurun Seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut dikarenakan penurunan air kapiler pada saat pengaturan dan juga pengerasan campuran beton.

Penyusutan Karbon

Jenis dari penyusutan ini merupakan penyusutan karbonasi yang mana terjadi karena suatu reaksi karbondioksida dengan mineral semen yang terhidrasi. Karbon nasi perlahan akan menembus permukaan luar beton dan penyusutan ini terjadi pada medium lembab sehingga hasilnya akan meningkatkan kekuatan dan juga mengurangi permeabilitas.

Autogenous Shrinkage

Jenis dari penyusutan ini merupakan penyusutan yang terjadi karena tidak ada gerakan kelembaban dari pasta beton yang terjadi pada suhu yang konstan. Hal ini termasuk ke dalam masalah kecil beton dan bisa diabaikan.

Faktor Penyusutan Beton

Ada beberapa faktor yang menjadi di pengaruh besar untuk penyusutan pada beton. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan pada beton diantaranya:

Kondisi Lingkungan

Pada kondisi lingkungan tertentu terdapat faktor utama yang mempengaruhi total volume dari susut. Karena penyusutan sebagian besar terjadi karena beberapa kondisi pengeringan atmosfer yang meningkat dengan penurunan kelembaban sehingga terjadi penyusutan pada beton.

Jenis Agregat

Pada agregat yang memiliki gerakan kelembaban dan modulus elastisitas yang rendah menyebabkan susut yang besar. Hal ini dikarenakan tingkat penyusutan umumnya menurun seiring dengan peningkatan ukuran agregat. Yang terbuat dari batu pasir biasanya akan menyusut 2 kali dari beton yang terbuat dari batu kapur.

Pencampuran

Pada proses pencampuran biasanya penyusutan akan meningkat seiring dengan penambahan percepatan pencampuran karena terdapat kalsium klorida di dalamnya dan yang mana pencampuran tersebut dapat dikurangi dengan penggantian kapur.

Water-Cement Ratio

Pada penyusutan beton biasanya dipengaruhi oleh rasio semen beton yang mana akan meningkat seiring dengan kenaikan rasio air semen.

Waktu

Pada tingkat penyusutan tertentu biasanya akan dapat berkurang Seiring dengan berjalannya waktu yang mana biasanya juga ditemukan bahwa 14 hingga 34% penyusutan 20 tahun dalam 2 minggu. Pada penyusutan 40 hingga 80% terjadi dalam 3 bulan dan sisanya susut mencapai 66 hingga 66-85% dalam 1 tahun.

Sebenarnya masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan pada beton seperti diantaranya adalah jenis dan juga jumlah semen, kekuatan beton. Dimensi elemen hingga komposisi granular dan mikrobiologis agregat.

Pilihan Perbaikan Untuk Keretakan Jalan Beton

Pilihan Perbaikan Untuk Keretakan Jalan Beton

Idealnya, jalan masuk beton akan bertahan seumur hidup rumah Anda. Namun, ada kondisi yang dapat mempersingkat masa pakainya dan mengakibatkan keretakan, perubahan warna, penurunan, atau penskalaan yang tidak sedap dipandang mata.

Penyebab khas dari kerusakan jalan beton meliputi:

  • Tanah dasar yang tidak dipadatkan dengan benar
  • Penggunaan campuran beton yang tidak memadai
  • Paparan kondisi cuaca buruk
  • Prosedur penempatan yang buruk

Alih-alih merusak beton dan memulai dari awal, Anda sering dapat menghemat uang dengan memperbaiki jalan masuk Anda, selama betonnya kokoh secara struktural. Jika Anda tidak yakin dengan integritas struktural jalan masuk Anda, mintalah seorang profesional menilai kondisi beton Anda dan membuat rekomendasi perbaikan.

Sebelum memulai proyek perbaikan jalan masuk, langkah pertama dan terpenting adalah mencari tahu apa yang menyebabkan kerusakan dan kemudian menentukan prosedur perbaikan terbaik untuk memecahkan masalah. Tergantung pada kondisi beton dan anggaran Anda, pilihan Anda untuk perbaikan jalan masuk berkisar dari peningkatan warna sederhana dengan menerapkan lapisan noda hingga pelapisan beton total dengan lapisan dekoratif.

Perbaikan Atau Penggantian Jalan Beton

Selama jalan baik secara struktural, ada cara untuk memperbaiki cacat kecil dan bahkan besar ​​tanpa merusak dan menggantinya sepenuhnya.

Solusi Perbaikan Jalan

Tambal atau isi retakan kecil

Retak atau lubang yang lebarnya kurang dari umumnya tidak menimbulkan ancaman struktural dan dapat diisi atau ditambal sebagai perbaikan sementara. Pengisi dan tambalan terlihat berbeda dari beton yang digunakan. Jika ada banyak area yang harus diperbaiki, ini dapat menghasilkan tampilan keseluruhan yang tidak menarik, jadi itu adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan. Juga, tambalan tidak kedap air, artinya pada akhirnya, air akan merembes di antara tambalan dan beton asli, membuka kembali retakan atau lubang. Mengisi beberapa celah atau lubang kecil bisa menjadi proyek yang relatif mudah dilakukan dengan bahan yang dibeli di toko perangkat keras lokal Anda.

Pelapisan ulang beton untuk menutupi retakan yang lebih besar atau masalah permukaan

Retak atau lubang besar lebih besar dari pengelupasan (pengelupasan horizontal atau pengelupasan permukaan), dan perubahan warna dapat ditutup dengan pelapisan ulang atau pelapisan beton (lapisan tipis bahan berbasis semen yang diaplikasikan langsung di atas beton yang ada). Pelapisan ulang memungkinkan Anda untuk menambahkan sentuhan akhir dekoratif seperti stamping atau pewarnaan. Jalan akan terlihat seperti baru tanpa pekerjaan tambahan dan biaya untuk melepasnya dan memasang yang baru. Jalan tengah antara menambal dan mengganti, pelapisan ulang dengan overlay memberikan perbaikan yang lebih tahan lama dan lebih estetik daripada menambal.

Ukiran beton untuk menyamarkan retak atau cacat

Untuk beton dengan retakan kecil atau perubahan warna, Anda dapat sepenuhnya menyamarkan kekurangannya dengan mengukir pola di permukaan. Dengan ukiran, beton diwarnai terlebih dahulu dan kemudian mesin perutean khusus digunakan untuk memotong pola ke permukaan, menciptakan garis nat palsu. Tergantung pada pola yang Anda pilih, cacat pada beton sebenarnya dapat berkontribusi pada tampilan.

Pewarnaan ulang untuk menghidupkan kembali atau memperbaiki tampilan

Perubahan warna jalan masuk beton dapat disebabkan oleh sejumlah penyebab termasuk pelapukan, paparan sinar matahari, aplikasi warna yang tidak tepat, dan penyerapan lemak dan noda minyak yang membandel. Dalam kebanyakan kasus, warna beton dapat dihidupkan kembali dengan menerapkan lapisan baru asam atau pewarna berbasis air. Gunakan produk pewarnaan tahan UV dan lindungi beton dengan sealer yang baik dan jalan yang baru diwarnai akan mempertahankan keindahannya selama bertahun-tahun.

Pengertian Porositas Beton

Pengertian Porositas Beton

Porositas merupakan suatu perbandingan volumer pori atau volume yan ditempati oleh fluida terhadap volume total beton yang biasa disebut dengan volume benda uji. Terjadinya range pori pada beton biasanya terjadi diakibatkan kesalahan dalam pelaksaan ketika melakukan pengecoran seperti faktor air semen yang dapat berpengaruh pada kerekatan antara agregat dengan pasta semen, pemilihan jenis atau tipe susunan gradasi agregat gabungan, besar kecilnya tingkat nilai slump, maupun pada lamanya pemadatan.

Semakin besar porositas pada beton maka kekuatan suatu beton akan semakin kecil, sebaliknya semakin tingginya tingkat kepadatan pada peton maka semakin besar pula kuat tekan (mutu beton). Pada suatu material beton, porositas memiliki nilai yang sangat penting karena nilai porositas tersebut berhubungan erat dengan sifat mekanik beton yaitu keawetan, kekedapan bahkan sampai dengan kuat tekan beton atau kekuatan beton. Menurut Powers (1959), semakin kecil air yang mengisi ruang dari tiap unit semen (semakin kecil w/c ratio) pada awal proses pengikatan, maka proporsi pori-pori kapiler dalam semen akan semakin baik (semakin Kecil).

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Powers menjelaskan bahwa suatu benda yang mengalami temperatur yang cukup tinggi akan mengalami banyak perubahan, perubahan tersebut antara lain perubahan dimensi, sifat mekanik, sifat listrik, dan lain-lain. Dengan adanya perubahan yang terjadi tersebut maka porositas pada beton pun juga akan mengalami perubahan dibandingkan dengan beton yang tidak mengalami temperatur yang tinggi.

Pengujian Porositas Beton

Pengujian porositas pada beton dilakukan bertujuan untuk mengetahui besarnya porositas yang ada. Karena semakin besar porositas pada suatu benda uji maka semakin rendah kekuatannya dan sebaliknya jika nilai porositanya kecil maka kekuatannya lebih tinggi. Penelitian terhadap porositas lebih difokuskan untuk menilai segi keawetan dan kekuatan beton itu sendiri.

Pada bangunan tepi pantai, benton akan bersinggungan langsung dengan air laut yang memiliki kandungan sulfat dan klorida yang dapat meresap ke dalam beton sehingga sangat memungkinkan merusak struktur bahkan bisa menghancurkan beton tersebut, sehingga keawetan suatu beton harus sangat diperhatikan dan diuji. Kerusakan pada beton bisa terjadi jika kedua zat tersebut menguap di dalam pori-pori beton yang dapat menimbulkan kristal-kristal sulfat dan klorida yang dalam prosesnya akan mendesak ke dalam pori-pori dinding bentong yang dapat mengakibatkan serpihan-serpihan pada beton lepas dan lama kelamaan akan pecah.
Pengaruh volume pori terhadap kekuatan beton secara matematis telah dikembangkan oleh A. Grudemo (1975) dan dirumuskan dengan persamaan (Neville, A.M, 1981) berikut:

fc = fc,0 (1-p)n
dimana :
p = volume pori terhadap volume beton total
fc = kekuatan beton dengan adanya pori
fc,0 = kekuatan beton tanpa pori
n = koefisien angka konstan

Metode Pengeringan Pada Oven

Beton setelah terbakar biasanya memiliki niali persentase porositas yang lebih besar dibandingkan beton tanpa bakar. Hal ini disebabkan karena terjadinya kareana angka muai antara agregat dan pasta semen berbeda. Jika suhu dinaikkan hingga 800ºC, maka pasta yang ada pada semen akan menyusut dan agregat mengembang sehingga akan terdapat pori-pori yang lebih besar terutama pada agregat kasar. Akan terjadi retakan yang terjadi akibat dari tekanan gas uap air yang terjebak pada beton yang tidak mudah mengalir melalui pori-pori ke area yang lebih dingin. Retakan yang terjadi pada beton tersebut juga memperbesar ruang pori pada beton sehingga mempengaruhi besarnya persentase porositas.

Sifat-sifat yang teradi pada beton akibat pengaruh temperatuh tinggi yaitu jika pemanasan sampai pada temperature 200ºC sebenarnya menguntungkan pada beton yang dapat memperbaiki sifat lekatan antara partikel-partikel C-S-H karena pada temperatur menyebabkan penguapan air (dehidrasi) dan penetrasi ke dalam rongga-rongga beton lebih dalam. Pada peenelitan yang dilakukan oleh Rochman (2006) terlihat bahwa kuat tekan beton benda uji silinder maupun kuat lentur benda uji yang dipanaskan dalam tungku pada temperatur 200ºC meningkat sekitar 10-15% dibandingkan dengan beton normal yang tanpa dipanaskan. Pada suhu antara 400-600ºC, penurunan kuat tekan dan kuat lentur hingga mencapai 50% dari kuat tekan sebelumnya. Penurunan ini terjadi disebabkan karena adanya proses dekomposisi unsur C-S-H yang terurai menjadi kapur bebas CaO dan SiO2 yang tidak memiliki kekuatan sama sekali.

Karena unsur C-S-H merupakan unsur utama yang menopang kekuatan beton, maka pengurangan C-S-H yang jumlahnya cukup banyak akan sangat mengurangi kekuatan beton. Namun, jika suhu dinaikkan mencapai 1000ºC maka terjadilah proses karbonisasi, karbonisasi adalah terbentuknya Calsium Carbonat (CaCO3) yang berwarna keputih-putihan yang dapat merubah warna permukaan beton menjadi lebih terang. Salain itu pada temperatur yang mencapai 1000ºC ini dapat menurunkan lekatan antara batuan dan pasta semen, yang ditandai oleh retak-retak pada permukaan beton dan oleh kerapuhan beton atau mudah dipecah menggunakan tangan.

Metode Peredaman

Melakukan pengujuan porositas beton juga bisa dilakukan dengan metode perendaman pada benda uji untuk mengetahui nilai porositas yang terkandung dalam beton. Berikut prosedur yang bisa dilakukan dalam pengujiannya, antara lain:

  • Mengambil benda uji pada umur 28 hari dari bak perendam dan dilakukan penimbangan.
  • Benda uji dikeringkan menggunakan panas matahari langsung, sampai mencapai atau berat kering (wb) atau berat tetap.
  • Setelah benda uji mencapai berat kering kemudian dimasukkan kedalam bak perendaman sampai benda uji tidak memiliki gelembung udara atau mencapai kondisi jenuh.
  • Kemudian benda uji tersebut bisa dikeluarkan dari dalam bak perendaman dan dikeringkan dengan cara di lap sampai mencapai kondisi SSD (Saturated Surface Dry).
  • Setelah mencapai kondisi SSD, benda uji tersebut bisa ditimbang kembali untuk memperoleh berat basah benda uji (wb).

Perhitungan Porositas Beton

Porositas memiliki 2 jenis yaitu porositas terbuka dan porositas tertutup. Porositas tertutup umunya lebih sulit untuk ditentukan pori tersebut karena merupakan rongga yang terjebak didalam padatan serta tidak memiliki akses ke permukaan luar, sedangkan pada porositas terbuka masih terdapat akses ke permukaan luar, meskipun rongga tersebut ada ditengah-tengah padatan. Nilai porositas pada suatu material dinyatakan dalam persen (%) rongga fraksi volume dari suatu rongga atau pori-pori yang ada dalam material tersebut. Besar kecilnya nilai porositas pada suatu material bisa bervariasi mulai dari 0 % s hingga 90 %, hal tersebut tergantung dari jenis dan aplikasi material yang diuji. Porositas suatu bahan pada umumnya dinyatakan sebagai porositas terbuka dengan rumus (Lawrence H.Van Vlack, l989) :

    P = {{(wb-wk)/vb} x {(1/air) }x (100%)}

Dimana :
P = Porositas
wb = Massa basah sampel setelah direndam (gram)
wk = Massa kering sampel setelah direndam (gram)
vb = volume benda uji (cm3) ( ¼ p d2 t)
air = massa jenis air (gr/cm3).